Wed. Sep 18th, 2019

Suraman Sang Penjaja Payung dan Perahu

fikomnews.com: seorang penjaja payung dan perahu menunggu pelanggannya.

FikomNews.Com – Pagi itu (11/11/18) kawasan wisata pantai Drini mulai menggeliat dengan berdatangannya para wisatawan kelokasi wisata tersebut, terlihat seorang bapak tengah menyiapkan payung-payung sebagai tempat bersantai para wisatawan di pinggir pantai, sesekali ia juga terlihat merapikan barisan perahu kanonya.

Ia adalah Suraman (48), seorang penjaja payung skaligus perahu kano yang bisa disewa oleh para wisatawan di lokasi wisata pantai Drini. Suraman mengaku menjalani profesi ini sudah 5 (lima) tahun, ketika wisata pantai mulai menggeliat di daerah Gunung Kidul Jogjakarta. Dulu ketika wisata pantai Drini belum seperti sekarang ia hanya berprofesi sebagai pekerja bangunan. Dari hasil kerjanya sebagai pekerja bangunan suraman mengaku hanya memperoleh upah sebesar Rp 30.000/hari nya, itupun kalau ada yang memakai jasanya sebagai pekerja bangunan.

Suraman mengakui perekonomiannya mulai meningkat ketika wisata pantai Drini ini mulai ramai dan banyak dikunjungi wisatawan, karena pendapatan dari menyewakan payung dan perahu setiap akhir pekan cukup lumayan. Memang tidak banyak, tapi ia mengaku sangat berdampak bagi kehidupan keluarganya yang dikaruniai  2 (dua) orang anak usia 13 dan 7 tahun. Suraman mengaku rata-rata pendapatan setiap akhir pekannya antara Rp 300.000 sampai dengan Rp 500.000 tergantung ramainya pengunjung yang datang berwisata. Ia menyewakan payung hanya Rp 20.000/buah dan perahu kano Rp 50.000/perahu tanpa ada batasan waktu bagi wisatawan (sepuasnya).

Menurut Suraman banyak pantai didaerah gunung kidul ini, antara lain pantai baron, krakal, kukup, sepanjang dan Indrayanti. Namun pantai drini memiliki ciri khas tersendiri dibanding pantai-pantai lain didaerah gunung kidul ini, karena pantai drini memiliki pulau tersendiri yang terpisah dari daratan dan juga terdapat laguna yang terlindungi oleh pulau drini tersebut sehingga pantainya relatif lebih tenang dan terlindung dari ombak langsung pantai selatan yang terkenal ganas.

Suraman juga memiliki harapan kedepannya agar pemerintah daerah setempat bisa lebih memperhatikan lagi perkembangan wisata pantai dengan membangun infrastruktur seperti memperbaiki akses jalan dan memberi petunjuk jalan, sehingga memudahkan wisatawan untuk dapat mengunjungi lokasi tersebut. Pemda setempat juga diminta melakukan penghijauan agar lokasi tersebut tidak terlihat gersang meski berada dipinggir pantai. Tak lupa ia juga meminta agar Pemda dapat berperan serta aktif dalam mempromosikan kawasan wisata pantai tersebut agar lebih dikenal di tingkat nasional, sehingga bisa mendatangkan pemasukan bagi daerah tersebut pula. (AP)

Leave a Reply