Wed. Sep 18th, 2019

Fikom Moestopo Bertekad Wujudkan Sistem Pendidikan 4.0

fikomnews.com: Suasana ruangan raker Fikom Moestopo.

FikomNews.com – Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama (UPDMB) mengatakan mengadopsi sistem pendidikan 4.0 merupakan satu keharusan di masa kini dan mendatang. Sistem belajar mengajar seperti ini merupakan tuntutan yang harus diakomodir. Antara lain dengan penataan kegiatan belajar lewat e learning.
“Fikom sudah beberapa kali bertemu vendor untuk sistem  e learning dengan harapan bisa mewujudkan kurang lebih 49 persen lewat online dan 51 persen tatap muka,” ungkap Dekan Fikom UPDMB, Dr Prasetya Yoga Santoso, MM di hadapan jajaran pimpinan dosen dan karyawan dalam rapat kerja (Raker) Fikom, Senin (19/11) di Bogor, Jawa Barat.
Saat ini, tambah Yoga, Fikom masih lebih banyak tatap muka, namun ke depan akan lebih banyak ditambah lewat sistem online. Hal ini akan dimulai semester ganjil esok. 
Menurutnya pihak vendor sudah siap. Tugas berikutnya adalah menyiapkan tenaga dosen yang sudah siap dengan sistem ini. Terutama dosen yang sudah akrab dengan dunia online. “Kemarin sudah berjalan 16 kelas, tentunya besok akan ditambah secara bertahap,” ujar Doktor komunikasi dari Unpad ini.
Dalam Raker Fikom Moestopo 2018 yang dihadiri seluruh jajaran pimpinan dan karyawan ini berlangsung selama 2 hari, senin (19/11) hingga selasa (20/11). Ada beberapa agenda yang dibicarakan, mulai dari persoalan akademis dan non akademis hingga pembahasan soal kuliah umum mahasiswa baru, syukuran akreditasi A juga acara rangkaian Fikom week pada Desember mendatang.
SKPIDalam kesempatan yang sama, Yoga juga menyampaikan agenda Fikom berikutnya soal penyelenggaraan Surat Keterangan Pendamping Ijazah atau SKPI. Surat ini dikeluarkan oleh perguruan tinggi bagi mahasiswa yang mendampingi ijazah dan transkrip akademik. 
SKPI ini akan menjelaskan kemampuan yang dibutuhkan sebagai prasyarat kelulusan dalam rangka persaingan dunia kerja. Surat akan dibutukan oleh pengguna kerja maupun dunia industri. 
“Fikom akan memberlakukan SKPI dengan memberikan kursus atau pelatihan lewat pemanfaatan SDM yang ada,” ujar Yoga. 
SKPI, tambah yoga, akan dilakukan bekerjasama bersama agensi. Hal ini dilakukan untuk jurusan Humas, Iklan dan jurnalistik. 
SKPI juga bisa menjadi perluasan dari kegiatan yang sudah ada, seperti sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi awak media yang sudah menjadi kegiatan reguler Fikom UPDMB. “Program UKW bisa diberlakukan kepada mahasiswa dengan jenjang yang disesuaikan,” ungkap Yoga.
Sehingga, Yoga menambahkan, dengan berbasis kompetensi juga sertifikasi, mahasiswa memiliki kemampuan enterpreneurship. Tidak hanya berhenti sampai SKPI, “Mahasiswa nantinya akan dilatih dan diharapkan bisa mendapatkan income,” pungkas dekan yang juga bergelar MM ini. (NK)

Leave a Reply